TRAVELLER
13 Oct 2012

Menerbitkan Catatan Perjalanan Anda di Media

5 kesalahan yang kerap dilakukan para penulis pemula.

Satu hal yang kerap diidam-idamkan seorang travel writer adalah membuat tulisannya diterbitkan oleh media massa – bahkan mendapat penghasilan dan hidup dari situ.

Tetapi, beberapa kendala untuk mewujudkannya ternyata terletak pada langkah-langkah awal. Simak tip berikut.

#1 Perkenalan yang salah
Banyak penulis pemula yang memiliki materi tulisan bagus, tetapi tidak tahu bagaimana cara menarik perhatian para redaktur. Mereka mengirim e-mail dengan pesan singkat, tidak jelas, dan buram, seperti “nama saya A, saya ingin menulis untuk media Anda. Kira-kira bisa atau tidak? Mohon direspons.” Dan penulis tersebut akan menunggu jawaban, menunggu, dan menunggu lagi, sampai tekadnya hilang. Ketahuilah, para redaktur adalah orang yang cukup sibuk. Dalam satu hari ia bisa menerima banyak sekali e-mail. Dan jika e-mail itu tidak menarik perhatian mereka, jangan harap mereka akan repot-repot membalas.

Jika Anda punya materi bagus dan lengkap (disertai data dan gambar pendukung), perkenalkan diri dengan mantab. Jelaskan diri Anda secara singkat, lalu masuk ke pilihan topik tulisan yang ingin Anda suguhkan. Jelaskan mengapa topik Anda menarik untuk ditulis atau diterbitkan, dan pastikan mereka tahu bahwa Anda memiliki rencana penulisan yang matang.

#2 Menulis ala sastra di majalah musik, menulis ilmiah di majalah gaya hidup
Kebanyakan penulis pemula tidak tahu bagaimana memoles materi yang mereka punya. Hasilnya, mereka menawarkan tulisan travel bergaya remaja SMA pada redaktur majalah fashion kelas atas, atau menyuguhkan tulisan yang sangat teknis pada majalah bersegmen hiburan. Jangan sampai hal ini terjadi!

Pastikan Anda mempelajari ‘target’. Jika Anda mengincar sebuah media gaya hidup, pastikan tulisan Anda cukup segar dan lentur. Jika Anda membidik majalah literatur, pastikan data Anda kuat dan akurat. Jangan sampai salah gaya. Rajin-rajinlah membaca dan meneliti gaya penulisan di berbagai macam majalah.

#3 Saya tahu gaya penulisan majalah itu, mengapa tidak diterbitkan juga?
Bisa jadi, Anda hanya merasa tahu, atau Anda datang di waktu yang tidak tepat. Inilah gunanya Anda berdiskusi dengan redaktur. Biar bagaimana pun, para redaktur adalah orang yang paling tahu tentang majalah mereka dan pembacanya. Mintalah saran dan kritik dari mereka soal materi Anda. Terkadang, alasan mengapa tulisan Anda tidak diterbitkan hanya sesederhana “tema tulisan tidak sesuai dengan tema majalah edisi kali ini.” Mustahil bagi mereka untuk menerbitkan tulisan tentang “mengendarai mobil super di Tokyo” ketika tema besar majalah sedang membahas isu soal “pejalan kaki di metropolitan.”

#4 Tulisan saya berisi data-data yang lengkap. Apa kurangnya?
Ketahuilah, tulisan perjalanan yang didominasi data-data lengkap dan akurat belum cukup bagus untuk media penerbitan. Apa yang kerap dilupakan penulis pemula adalah mereka menulis untuk masyarakat luas, bukan untuk para peneliti atau ilmuwan. Tulisan berisi data menjadi sangat membosankan karena terlihat seperti katalog atau makalah – dan tidak ada yang menikmati itu. Masukkan unsur pengalaman pribadi Anda. Pembaca menginginkan personal insight penulis atas perjalanan mereka. Perhatikan pula lead tulisan. Bagian ini merupakan kunci yang menentukan apakah pembaca akan menghabiskan cerita Anda atau langsung melompat ke halaman selanjutnya.

#5 Tulisan saya menarik, tetapi saya tidak punya foto
Ini menjadi masalah karena sebagian besar media yang menerbitkan tulisan travel membutuhkan gambar yang kuat – meski hanya satu-dua gambar. Pastikan Anda memiliki sebuah foto yang cukup bagus untuk menunjang tulisan Anda. Jika Anda bukan fotografer, tanya pada teman seperjalanan Anda apakah ia punya gambar bagus. Tidak dapat juga? Cari di internet dan hubungi pemilik gambar tersebut, atau konsultasikan dengan redaktur terkait soal ini. Di zaman seperti sekarang, di mana fotografi dapat dilakukan dengan beragam medium (telepon genggam, komputer tablet, dan sebagainya), maka tidak ada alasan yang cukup bagus untuk tidak mendokumentasikan perjalanan Anda. (Bayu Maitra) 



inspirasi

Satu hal terbaik dari musik adalah, ketika ia menghantam Anda, Anda tidak merasakan sakit.

Bob Marley
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...