Rating Pembaca
Beri Rating Artikel ini

Artikel ini membuat Anda :
 
  Bahagia     0%   Terinspirasi    0%
  Penasaran     0%   Biasa Saja     0%
Cerita Perjalanan

Wisata Alam, Religi, dan Kuliner, Semua Ada di Bogor
09 February 2012

Jenuh dengan hiruk pikuk Jakarta? Ingin berlibur namun tak mempunyai banyak waktu? Tidak ada salahnya menghabiskan akhir pekan di Bogor dengan berbagai macam wisata alam, religi, dan kuliner.
Jenuh dengan hiruk pikuk Jakarta? Ingin berlibur namun tak mempunyai banyak waktu? Tidak ada salahnya menghabiskan akhir pekan di Bogor dengan berbagai macam wisata alam, religi, dan kuliner.

Saat ini banyak alternatif perjalanan yang bisa Anda tempuh jika ingin mengunjungi Bogor, salah satunya dengan menggunakan jasa kereta api. Dari gerbong kereta api commuter line, Anda bisa menikmati pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Cukup mengeluarkan biaya Rp 7.000, Anda dapat duduk tenang di gerbong kereta yang bersih dan ber-AC hingga kota Bogor. Kurang lebih 1 jam perjalanan menuju ke stasiun Bogor.

Belum lengkap jika Anda ke Bogor sebelum memasuki area Kebun Raya Bogor. Tidak jauh dari stasiun, bisa berjalan kaki, Anda sudah berada di pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor. Sepanjang jalan terdapat pohon-pohon besar di pinggir jalan dan beberapa delman. Berada di tengah-tengah antara stasiun dan Kebun Raya Bogor, Anda bisa melihat Gereja Zebaoth yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. Hal tersebut karena terdapat patung ayam tepat di atas bangunan gereja. Setiba di Kebun Raya, benteng nan megah akan menyambut Anda. Tiket masuknya pun tak terlalu mahal, Rp 10.000 untuk satu orang, Anda sudah bisa menikmati suasana sejuk nan hijau disana.

Kebun Raya merupakan kebun botani yang besar, dengan luas 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis pohon dan tumbuhan. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor ini merupakan sebuah hutan buatan pada zaman Kerajaan Sunda pada masa kepemimpinan Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi, pada tahun 1474-1513. Hingga akhirnya pada awal tahun 1800-an, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang indah. Itulah cikal bakal Kebun Raya Bogor yang terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

Tidak jauh dari pintu utama kebun raya, terdapat Jalan Surya Kencana yang merupakan daerah pecinan di Kota Bogor. Di sini terdapat beragam macam makanan yang bisa dinikmati sepanjang jalan. Asinan khas Bogor dan buah durian banyak terdapat disini. Namun ada satu yang paling istimewa, yaitu Ngohiang khas Bogor. Makanan ini terbagi dalam dua jenis, jika Anda memesan Ngohiang khas Bogor, maka daging yang digunakan adalah daging babi. Tetapi Anda bisa juga memesan Ngohiang Ayam, lebih aman dimakan untuk Anda yang muslim. Makanan ini berupa daging babi atau ayam yang disajikan dengan saus kental dan sayuran. Rasa yang unik akan segera menjalar ke lidah ketika Anda menggigitnya.

Jalan Surya Kencana, juga terdapat sebuah kelenteng yang berusai 300 tahun. Kelenteng ini bernama Vihara Dhanagun dan merupakan kelenteng pertama di Kota Bogor. Hampir sebagian besar dari bagian bangunan ini masih asli, hanya beberapa tiang dan atap saja yang mengalami renovasi. Warna merah menyala langsung menyambut ketika Anda memasuki area kelenteng. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan prosesi berdoa dari beberapa pengunjung yang sedang melakukan ibadah.

Selesai di pecinan, saatnya mengunjungi Taman Kencana. Dengan menggunakan angkutan umum dan hanya membayar ongkos Rp 2.000 Anda sudah sampai di taman yang merupakan titik temu bagi masyarakat Bogor. Taman ini sudah mengalami pemyempitan, dikarenakan pemukiman yang makin padat. Taman peninggalan zaman Belanda ini pun menawarkan wisata kuliner yang berbeda.

Berbagai macam kafe yang mempunyai menu yang unik-unik terdapat di sekitar kawasan itu. Anda bisa memesan macaroni panggang, es kopi Madam Dasima, es kopi yang dicampur susu cokelat, klapertart, zuffa soup, ice three musketeer dan masih banyak lagi. Bogor memang tempat yang sempurna untuk berakhir pekan.
Pengirim : mizzpink
Domisili : Unknown


*Cerita Travel merupakan kiriman member.


Join Us Now
Edisi Oktober 2014 (23 September - 23 Oktober 2014)
Tuesday, 23 September 2014


 REVIEWS
Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri
26 September 2014
Judul: Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri Penyusun: Leyla Hana Penulis: Dang Aji, Ary Nur Azizah, Mell Shaliha, Arista Devi, Nyi Penengah Dewanti, Nessa Kartia, Vita Dayoo, Deasy Rosalina, Atik HW, Annisah Rasbell, Awy’ A Qolawun, Anizma Ridho, Ibnu Alwan Ahmad, Ima Nurhikmah, Himmah Mahmudah, Julie Nava, Jasmine Hanniraya, Taschan, Elly Romdliyana, Fitria Heny, Yessi Anggraini Penerbit: Qib



  POLLING
Musim kemarau yang panjang dengan suhu panas yang di luar kebiasaan, tentu sangat mengganggu Anda. Apalagi sejumlah hama juga terpengaruh dengan keadaan ini. Menurut Anda, apa hama yang paling sering muncul belakangan ini, dan sangat mengganggu di rumah?

Semut.
Lalat.
Kecoa.
Tikus.
Rayap.
Nyamuk.


  RDI ON TWITTER