SOBAT INSPIRATIF
12 May 2015

Seribu Rupiah Penyelamat Ibu dan Anak

Mengubah nasib para ibu hamil dengan seribu rupiah

Prihatin melihat kesulitan yang kerap dialami oleh ibu hamil di desanya, seorang kepala desa memutuskan mengubah keadaan.


Desa Manubhara terletak di kaki Gunung Inerie, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Jalanan curam dengan jurang menganga di kanan dan kiri jalan membuat akses dari dan menuju desa sangat sulit. Apalagi, kondisi jalanan juga jauh dari mulus, lengkap dengan lubang besar yang menganga tepat di tengah beberapa ruas jalan, membuat para pengguna jalan terpaksa berjibaku melipir tipis di bibir jurang. Melintasi jalan tersebut pada siang hari saja sulit, apalagi malam hari dengan hanya diterangi sinar rembulan, yang sering kali hilang tertutup pepohonan dan rumpun bambu yang tinggi dan lebat.

Tambahkan kondisi tersebut dengan harus membawa ibu hamil yang hendak bersalin di luar Manubhara karena desa itu tidak memiliki puskesmas apalagi rumah sakit, dengan menggunakan kuda atau tandu karena minimnya sarana transportasi. Sulit disangkal, pasti lebih berat lagi. Bahkan saking beratnya, ada beberapa kasus di mana ibu hamil melahirkan di perjalanan. Lantaran itu,angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Manubhara – seperti halnya di sejumlah desa di Kabupaten Ngada, tergolong tinggi.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, keadaan tersebut berubah berkat apa yang dilakukan oleh Markus Lina, 38, kepala Desa Manubhara: Menyediakan sarana transportasi bagi ibu hamil di desanya. Menggunakan mobil Isuzu Panther pick-up butut miliknya, yang baknya dipasangi kasur agar para ibu hamil itu bisa berbaring bila mereka tidak kuat duduk di kabin, serta atap terpal plastic dengan rangka besi buatan sendiri pun ditempatkan di atas bak untuk melindungi mereka dari hujan, Markus menyetir sendiri kendaraan itu, mengantar para ibu hamil ke puskesmas terdekat di  Watumanu, sekitar satu jam perjalanan dari Manubhara. Kalau puskesmas tersebut tidak dapat menangani persalinan, Markus terpaksa berkendara selama lebih dari satu jam menuju Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada.

Yang dilakukan Markus adalah bagian dari program Geser, alias Gerakan Seribu Rupiah Per Hari Per Kepala Keluarga, yang dia gagas sejak 2011. Sesuai namanya, pihak desa mewajibkan setiap kepala keluarga di desa itu menyumbangkan uang sebesar seribu rupiah per hari. Kemudian uang yang terkumpul digunakan untuk berbagai kegiatan, yang terkait dengan kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak. Program antar dan jemput ke puskesmas dan rumah sakit bagi ibu hamil, salah satunya, yang merupakan bagian dari Desa Siaga (Siap, Antar, Jaga). Program swadaya itu adalah perluasan layanan bersalin gratis yang diberikan kabupaten.


Agar mudah memantau perkembangan kondisi ibu hamil di desanya yang belum dialiri listrik PLN, Markus membuat sistem pencatatan unik, yang diberi nama Papan Siaga. “Papan pengumuman” itu dibuat dari bilah-bilah bambu yang dipotong tipis dan dicat putih, lalu disusun layaknya krei. Kemudian, di atas bilah-bilah bamboo tersebut, ditulis dengan spidol nama ibu hamil, tanggal pemeriksaan kehamilan – dari pertama sampai mendekati waktu bersalin, perkiraan waktu bersalin, golongan darah – lengkap dengan nama-nama warga desa yang memiliki golongan darah sama dan bersedia menjadi calon pendonor darah, yang bakal diangkut bersama-sama sang ibu hamil ketika waktu persalinan tiba, dan berbagai informasi penting lain terkait ibu hamil dan keselamatan persalinan. Papan tersebut kemudian ditempel di posyandu, sehingga semua warga dapat melakukan pemantauan bersama.

Ide pengumpulan uang seribu rupiah yang menjadi dasar gerakan yang digagas Markus rupanyabermula jauh sebelum dia menjadi kepala Desa Manubhara pada Mei 2011. Kala itu Markus sedang menunggui warungnya, dan iseng-iseng memerhatikan kebiasaan jajan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Dari pengamatan tersebut, dia mendapati bahwa banyak anak menghabiskan sekitar Rp 20 ribu setiap hari hanya untuk jajan. Ketika Markus berinisiatif menanyakan kepada para orang tua alasan mereka memberikan uang jajan sedemikian besar, jawabannya simpel, ‘Kalau tidak dikasih uang, anak menangis.’Dari situ, Markus mulai mengimbau orang tua mengurangi uang jajan anak mereka jadi setidaknya hanya lima ribu rupiah. “Toh, kalau anak menangis dari pagi sampai siang juga tidak akan mati,” begitu dalih Markus saat itu.

Baru ketika menjadi kepala desa, gerakan seribu rupiah dapat dia wujudkan. Cara yang digunakan oleh pria yang sempat bekerja sebagai kuli bangunan, loper koran dan pembantu koki di sebuah restoran itu kepada warga desa agar mau mendukung programnya adalah dengan menggunakan analogi “uang seribu rupiah digunakan membeli segelas air mineral, yang setelah habis diminum, kemudian diremas dan dibuang. Dengan jumlah uang yang sama – per kepala keluarga – dapat menyelamatkan ibu dan anak.”

Hasil yang diraih sejak gerakan tersebut dilaksanakan sungguh lua rbiasa: Tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi di Desa Manubhara. Padahal, berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Ngada pada 2012, AKI di kabupaten itu dilaporkan sebesar 100 per 100.000 kelahiran hidup, dengan absolute tiga kasus kematian ibu dari 2.976 kelahiran hidup.Sementara AKB pada tahun yang sama dilaporkan sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup, dengan absolute kematiansebanyak 66 kasus. Tak heran bila Manubhara kemudian dijadikan pionir bagi desa lain dalam penerapan peraturan desa (Perdes) tentang kesehatan ibu dan anak. (Antono Purnomo)



inspirasi

Beberapa orang menimbulkan kebahagiaan ke mana pun mereka pergi, beberapa menimbulkan kapan pun mereka pergi.

Oscar Wilde
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...