SOBAT INSPIRATIF
9 Mar 2015

Memecah Kebisuan

Mantan anggota militer Kanada berbagi kisahnya menangani stres pasca-trauma.

Chris Dupee, mantan anggota militer Kanada, ingin agar para veteran perang bisa mencurahkan perasaannya. Inilah satu-satunya cara mengatasi PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder, gangguan stres pasca-trauma.

“Dalam dunia militer, kami biasa menelan sendiri segala persoalan di hati. Jika beban hidup Anda diceritakan pada orang yang salah, Anda akan menjadi Anda bulan-bulanan.”

Philip Moore tidak hanya memiliki satu alasan untuk bunuh diri – ia punya lusinan. Pada 2008, Philip sedang berdinas sebagai koki untuk tentara Kanada yang ditugaskan di distrik Panjwai, Afganistan, ketika sebuat granat roket meledak di markasnya, melukai delapan anggota Tentara Nasional 
Afganistan. 

Beberapa minggu kemudian, seorang dokter tentara yang kewalahan menangani pasien menugaskan Philip untuk menjaga seorang wanita Afganistan yang hampir kehilangan kesadaran. Kakinya terluka parah akibat bom rakitan dan Philip harus memastikan si pasien tetap sadar. Layaknya serdadu lain yang pulang dengan selamat dari medan pertempuran, Philip membawa semua kenangan itu ke rumah. Suara resleting membuatnya teringat akan kantong mayat. Secara refleks ia tiarap ketika mendengar suara keras. 
 
Di suatu sore Mei 2013, Philip sudah tidak tahan lagi. Ayah empat orang anak yang berusia 33 ini berkendara ke sebuah jalanan sepi di North Bay, Ontario, dekat pangkalan militer tempatnya tinggal. Ia menemukan sebuah tempat kosong di pinggir Danau Nipissing dan duduk di atas bebatuan. Seiring pergerakan matahari di ujung langit, semilir angin sejuk datang dari permukaan air. Philip membawa serta 20 kaleng minuman Strongbow dan dua botol Southern Comfort, ia telah bertekad untuk menenggak semuanya sampai hilang kesadaran. 

Sekitar 250 kilometer ke selatan, tepatnya di Barrie, Ontario, Chris Dupee mengecek laman Facebook dan membaca status Philip: “Cukup sudah, kawan.” Chris adalah sesama anggota pasukan infantri yang berjumpa dengan Philip di Afganistan. Berusia setahun lebih muda, Chris juga memiliki empat anak. Ia segera menghubungi polisi North Bay dan mengabari semua jejaringnya di dunia maya. Mendadak telepon Philip dihujani SMS dan panggilan dari sesama veteran Afganistan lainnya, semuanya tidak ia kenal. Ada yang memberikan semangat, ada juga yang bercerita mengenai pengalamannya sendiri dengan PTSD. Setelah enam jam minum-minum dan mengecek ponsel, Philip berjalan dengan langkah sempoyongan ke truknya dan menyetir pulang. Sejumlah petugas telah menantinya di rumah untuk membawa Philip ke bangsal psikiatri terdekat, dan setelah itu ia pun dipulangkan ke anak dan istrinya. 

Philip adalah satu dari 20 warga Kanada dan AS yang berutang nyawa pada Military Minds, sebuah sistem dukungan sosial untuk para veteran yang didirikan Chris pada 2011. Lembaga ini berdiri karena Chris percaya trauma yang dipendam akan menimbulkan dampak mengerikan. Di tempat ini orang bisa mengakses arsip video online mengenai pergumulan emosi para abdi negara, mengenang masa suram yang telah menjangkiti mereka dengan PTSD: konvoi kendaraan tentara yang diledakkan oleh bom pinggir jalan atau sahabat karib yang terbunuh dalam serangan Taliban. Ada juga layanan chatting pribadi di mana para tentara – yang terlalu gengsi untuk membuka rahasianya – bisa membeberkan pergumulan batinnya akan beban mental akibat tugas, penyalahgunaan alkohol, depresi parah, hingga mimpi buruk yang meneror di malam hari. 

Meski begitu, konsep Chris bukan sekadar situs forum online belaka; Military Minds memberikan layanan 24 jam. Tiap bulan, ia memasangkan lusinan veteran bermasalah dengan 14 petugas administrasi mereka yang berada di AS, Inggris, Kanada dan Australia. Mereka menyediakan sesi konseling, mendobrak batasan birokratis untuk membantu para veteran mengakses layanan medis atau merekomendasikan terapis yang terpercaya. 

Dee Rajska adalah seorang psikolog di St. Catharines, Ontario, yang kantornya berlokasi dekat Lake Street Armoury, markas resimen infantri. Ia percaya, Military Minds telah berperan sangat penting untuk merangkul para prajurit yang mengalami trauma. Di satu sisi, berkat perkembangan teknologi medis, 99 persen prajurit yang pergi bertempur akan pulang dalam keadaan hidup. Namun efek sampingnya adalah para tentara ini akan membanjiri lembaga dukungan moral seperti Military Minds, yang jumlahnya juga tidak banyak. 

Januari lalu, delapan kantor Veterans Affairs di berbagai penjuru negara telah tutup – membuat para veteran terpaksa harus mencari klinik bantuan mental di tempat yang lebih jauh. Padahal mereka telah dilumpuhkan oleh masalah kesehatan mental. Sekitar 30 persen veteran Afganistan akan mengalami PTSD, namun banyak di antara mereka yang memilih untuk mengacuhkan terapi, karena dianggap sebagai tanda kelemahan. 

“Para anggota militer hidup dengan budaya mandiri – semua orang harus membereskan persoalannya sendiri,” ujar Dee. “Budaya ini bisa mencetak tentara yang baik, tapi juga membuat mereka sulit mengakui luka hati.”

Chris adalah salah satu tentara yang terluka batinnya. Ia dikirim ke Kandahar pada 2008, dan dituntut untuk hidup dalam kewaspadaan luar biasa. Ia pernah menghabiskan waktu 48 jam tanpa tidur di tengah kepungan musuh, kemudian harus berjuang kembali ke zona pendaratan helikopter sambil menggendong rekannya yang terluka parah. Ketika ia kembali ke Kanada pada 2009, Chris mengalami ledakan agresi yang membuat keluarganya ketakutan. Setelah membuat keributan di bar, ia akan pulang ke rumah dan meninju dinding sampai berlubang. “Saya katakan pada anak-anak, bahwa saya memiliki kekuatan super sehingga dinding sampai rusak ketika hendak mengusir laba-laba di dinding,” ujarnya. 

Istri Chris memohon agar ia mencari bantuan profesional, dan setelah beberapa bulan menolak, akhirnya ia menyerah. Chris mengunjungi seorang dokter di pangkalan militer, dan direferensikan ke seorang konselor. Setelah gejala-gejalanya terkontrol, pada 2011 Chris menciptakan Military Minds sebagai sebuah perusahaan jasa pembersih yang membuka lapangan pekerjaan bagi rekan-rekannya sesama mantan tentara. 

Beberapa bulan kemudian, ketika sedang merekam iklan penggalangan dana, Chris membuat wawancara spontan mengenai PTSD yang ia alami. Beberapa hari setelah video itu beredar, kanal Youtube milik Military Minds dibanjiri komentar dari para veteran yang mengucapkan terima kasih. Banyak di antara mereka yang menceritakan pergumulan batinnya sendiri. Chris kemudian menutup perusahaan jasa pembersihan miliknya, kemudian memperbarui mereknya sesuai dengan citra baru Military Minds sebagai pusat komunikasi para veteran. Laman Facebook Military Minds kini dipenuhi lebih dari 25.000 anggota. 

Inspirasi Chris yang terbesar justru datang dari sumber yang dekat dengan diri ia: kemiliteran. “Setiap hari di Afganistan, saya berpikir akan tewas sebelum matahari terbenam,” ujarnya. Berkat rekan-rekannya, ia bisa pulang dengan selamat. Di tengah pertempuran sengit, tanggung jawab utama seorang prajurit adalah menjaga rekannya. “Tanggung jawab itu tidak berakhir setelah Anda menjadi veteran dan kembali ke kehidupan sipil,” tegas Chris. (Simon Lewsen)



inspirasi

Uang seperti lengan atau kaki; pergunakanlah atau Anda akan kehilangan mereka.

Henry Ford, pendiri Ford
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...