SOBAT INSPIRATIF
21 Apr 2015

Kembalikan Baliku (Padaku)

Sebagai putra asli Bali, musisi satu ini keras menolak reklamasi Teluk Benoa.

Meski identik dengan tato dan musik ingar-bingar yang terkesan urakan, musisi punk ini mempertanyakan kejanggalan rencana reklamasi pesisir Teluk Benoa. 

Wajar saja jika sebagai pria yang dilahirkan di Kuta, Bali, I Gede Ary Astina alias Jerinx, 38, terusik saat tanah kelahirannya terus-menerus dieksploitasi. Penggebuk drum band Superman Is Dead (SID) itu mendapati kejanggalan-kejanggalan pada rencana reklamasi pesisir Teluk Benoa, Bali Selatan, kawasan yang awalnya diperuntukkan sebagai lahan konservasi. Musisi punk rock itu pun tinggal diam, karena bagaimana pun, hakikat punk rock adalah tentang menyuarakan perlawanan. 
Maka sejak beberapa tahun lalu, ia bergabung dengan ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi), dan ikut bergerak bersama WALHI Bali, untuk menentang program komersil pemerintah tersebut. Meski hidupnya menjadi lebih rumit dibandingkan sebelumnya, Jerinx seakan berpegang kepada lirik klasik milik The Clash: Yes, he fought the law! 

Reader’s Digest Indonesia (RDI): Presiden baru sudah terpilih, namun rencana reklamasi belum menemui titik terang. Bagaimana strategi Anda selanjutnya dalam menolak reklamasi Teluk Benoa?
Jerinx: Agenda kami adalah membuat parade budaya sebanyak mungkin, seperti pergelaran musik dan aksi-aksi lain yang mengumpulkan banyak orang untuk mendesak pemerintah agar segera membatalkan reklamasi. Kami sadar, Jokowi dikurung oleh kubu-kubu yang pro-reklamasi. Meskipun jumlah mereka sedikit, akses pada kekuasaan mereka sangat besar. Yang jelas, kami akan terus menekan Jokowi dan kabinetnya – secara politik. Khususnya, Ibu Susi (Pudjiastuti), yang dekat dengan kasus ini.

RDI: Apa dampak terburuk reklamasi Teluk Benoa?
Jerinx: Dampak yang paling signifikan adalah mata pencarian nelayan lokal yang sudah beberapa generasi melaut di sana akan hilang. Selain itu, banyak ritual keagamaan yang biasa dilakukan di sana akan terganggu. Lagipula, kawasan Bali Selatan sudah over populated. Pada 2009 mantan Menteri Pariwisata, Jero Wacik, pernah menyatakan secara resmi bahwa Bali Selatan sudah kelebihan sekitar 9.000 kamar hotel! 

RDI: Bagaimana dampaknya dari sisi lingkungan hidup?
Jerinx: Sekarang, beberapa daerah di Bali Selatan sudah mengalami krisis listrik dan air, sementara hotel-hotel mewah dengan mudah mendapatkan air. Semacam dimonopoli. Belum lagi kerusakan-kerusakan lingkungan dan biota laut, termasuk bakau. Sebenarnya terlalu banyak untuk diceritakan di sini. Lucunya, mereka selalu berkoar-koar, ini demi pariwisata dan lapangan pekerjaan, seperti yang sering mereka lakukan pada banyak mega-proyek gagal lain di Bali.

RDI: Berarti proses itu sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu?
Jerinx: Benar. Kasus reklamasi Teluk Benoa ini semacam akumulasi dari kemuakkan sebagian besar warga yang cinta Bali, atas terlalu pesatnya pembangunan di Bali Selatan. Sementara, daerah-daerah lain di Bali masih kekeringan dan memerlukan manajemen pembangunan yang baik. Saya percaya, (akar) reklamasi Teluk Benoa ini sebenarnya sangat simple, yaitu ‘politik tanah murah’. Apalagi, harga tanah di Bali Selatan gila (mahalnya). Ini adalah strategi untuk memiliki properti di Bali Selatan yang sudah penuh, tanpa harus membeli tanah yang harganya terlalu mahal. 

RDI: Sudah menyampaikan aspirasi Anda langsung kepada Ibu Susi, selaku Menteri Perikanan dan Kelautan?
Jerinx: Belum. Tetapi, terakhir kali beliau ke Bali saat acara Bali Tuna Conference, salah satu dari tim kami berhasil mencegat beliau di Seminyak dan memberi berkas kepada Ibu Susi. Saya secara pribadi juga sudah bertemu Pak Anies (Baswedan) di Jakarta, saya serahkan langsung berkasnya. Saat Jokowi ke Bali sekitar tiga bulan lalu, salah satu kawan dari ForBALI juga berhasil menerobos Paspampres untuk menyerahkan berkasnya. Jadi, kalau siapapun yang terlibat di kabinet ini mengatakan, tidak mendapatkan laporan apa-apa, atau tidak mendengarkan keluhan terhadap reklamasi ini, berarti mereka bohong.   

RDI: Tidak ada perlawanan yang tanpa kendala. Teror apa yang pernah Anda alami dari kubu pro-reklamasi?
Jerinx: Tempat bisnis saya di Kuta pernah didatangi orang-orang ‘aneh’. Ada yang pakai seragam tentara, mereka bertanya-tanya rumah saya di mana. Saat menggelar acara, kami sering didatangi anggota-anggota organisasi kemasyarakatan berbadan besar. Kami juga sering diteror melalui telepon. Tetapi seiring isu (reklamasi) yang membesar, mereka mengubah cara dalam menyebarkan propaganda. Sekarang lebih mengedepankan kesopanan. Mereka mulai menggunakan istilah revitalisasi, bukan reklamasi. Malah terdengar seperti ingin menyelamatkan pantai, tetapi dengan cara menghilangkan pantai! (terbahak)

RDI: Lantas, menurut Anda, seperti apa pembangunan yang ideal untuk Bali?
Jerinx: Bali perlu moratorium pariwisata. Bali tidak memerlukan pembangunan yang masif, tetapi kuatkan dahulu fondasinya. Problem utama di Bali adalah pendidikan. Maka, cerdaskan dahulu masyarakat lokalnya, supaya kita tidak termarjinalkan. Semoga Gubernur berikutnya bisa belajar dari kasus reklamasi ini, karena ini pertama kali terjadi perlawanan yang begitu besar dan panjang dari rakyat. Sudah dua tahun lebih saya bergerak bersama kawan-kawan di ForBALI, yang awalnya hanya puluhan orang hingga sekarang ribuan orang.

RDI: Beberapa waktu silam, Anda sempat tampil bersama Eco Defender. Apa Anda merasa perlu corong lain, selain SID, untuk berkespresi?
Jerinx: Eco Defender adalah program gagasan saya dan Hadi di Rumble, clothing line yang kami berdua dirikan. Setiap bulan kami mengumpulkan dana kas dari keuntungan penjualan, sekitar 2-3 juta rupiah. Hasilnya kami sumbangkan untuk mendukung aksi-aksi WALHI, termasuk mencetak poster, kaos dan lain-lain. Jadi, sebenarnya Eco Defender adalah program non-profit. Meskipun ada band-nya, itu tidak serius. 

RDI: Anda dan SID kerap membuat lagu-lagu bertema nasionalisme. Apa yang ada di benak kalian saat melakukan hal itu?
Jerinx: Bisa dikatakan, saya tidak punya konsep saat menulis lagu. Mungkin memang jalannya sudah seperti itu, tidak pernah direncanakan. Mengalir saja, organik.

RDI: Penerjemahan nasionalisme yang tepat menurut Anda seperti apa?
Jerinx: Secara sederhana, nasionalisme bukan melulu tentang mengibarkan bendera merah putih, bukan tentang memakai batik, bukan sebatas menggunakan bahasa Indonesia. Meskipun baik, itu semua cuma simbol. Menurut saya, esensi nasionalisme adalah berkontribusi secara positif untuk membuat lingkunganmu atau negaramu menjadi lebih baik dan lebih nyaman untuk ditinggali.

RDI: Ketika berbicara nasionalisme, siapa musisi-musisi yang menginspirasi Anda?
Jerinx: Di Indonesia, Bang Iwan (Fals). Terutama karya-karya beliau saat masih lapar dan marah, lirik-liriknya indah, cantik dan gagah. Kalau dari luar negeri cukup banyak, seperti Joe Strummer, Tim Armstrong, Mike Ness dan Bruce Springsteen. Kebanyakan vokalis-gitaris, sih.
 
RDI: Anda menyebut nama-nama dari ranah punk rock, definisi punk rock menurut Anda?
Jerinx: Perlawanan. Memang, beberapa genre lain seperti metal, hip hop dan reggae juga ada sisi perlawanannya, tetapi hal yang signifikan dari punk rock adalah perlawanan.  

RDI: Banyak kalangan, terutama punkers, meragukan SID, akibat keputusan kalian bergabung dengan label besar. Bagaimana pendapat Anda mengenai relevansi perlawanan dan kompromi dengan label besar? 
Jerinx: Saya tidak menyalahkan mayoritas orang yang berpikir SID juga dijadikan 'sapi perah' oleh label. Kesimpulan tersebut mereka ambil dari fakta bahwa band-band major memang kebanyakan demikian. Tetapi ingat sekali lagi, SID bukanlah band yang umum. Mengkhianati esensi punk rock bukanlah alasan SID bergabung dengan label besar. Alasan kami bekerja sama adalah memperluas distribusi album. Bagusnya, pihak label sepakat untuk tidak mencampuri urusan berkesenian kami. Apa salahnya?

RDI: Kembali ke karya Anda, lagu “Sunset di Tanah Anarki” di album terakhir SID, apa benar ditujukan untuk Widji Thukul?
Jerinx: Itu lagu cinta yang dibalut nuansa perlawanan. Kami terinspirasi dari tokoh-tokoh pemberontak, seperti Widji Thukul, almarhum Munir dan Bli Gendo juga salah satunya – Gendo Suardana adalah Ketua Dewan Daerah WALHI Bali. Mereka berani melawan kekuatan yang lebih besar dan rela mengorbankan diri, bahkan rela meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi. 

RDI: Jika mengacu kepada lagu “Jadilah Legenda” milik SID, harapan Anda akan melegenda seperti apa negeri kita?
Jerinx: Ini mimpi yang sangat besar. Indonesia akan menjadi legenda, ketika negara yang sangat kaya ini hasil kekayaannya bisa dinikmati dengan setara oleh seluruh lapisan masyarakat, terlepas dari status sosial, ras, agama dan sukunya. Misalnya, masyarakat bisa menemukan perpustakaan dengan mudah, mendapat pelayanan rumah sakit gratis, dan status pendidikan yang bagus. 

RDI: Akan terlalu klise apabila menanyakan karya punk favorit. Maka, bisa sebutkan lagu bertema cinta kesukaan Anda?
Jerinx: Oh… Franky Sahilatua, “Lelaki dan Rembulan.” Liriknya bagus! (lalu bernyanyi pelan penggalan lagu itu) (Sandi Eko)



inspirasi

Adalah tanda dari sebuah pikiran yang teredukasi, untuk bisa menghibur pikiran tanpa menerima pemikiran tersebut.

Aristoteles
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...