SOBAT INSPIRATIF
28 Jan 2013

Kekuatan Lagu

Pengalaman traumatis mensinspirasi wanita ini bantu korban kekerasan domestik lain.

Penyanyi R&B ini mengubah pengalaman traumatis menyaksikan sang pacar membunuh mantan suaminya menjadi sebuah musik, dan kini, ia mengulurkan tangan untuk para korban kekerasan domestik lain.

Musim panas 2010, Kim Davis tampil dalam acara Youth Day di Toronto, Kanada. Seluruh hadirin dari berbagai usia yang harus rela berdiri sepanjang acara, memberikan penghargaan tertinggi untuk sang penyanyi R&B berusia 28 itu: Mereka semua ikut menyanyikan single “Show Me the Way”, yang mendapat nominasi penghargaan Juno.

“Kim bisa nyambung dengan semua orang,” ujar DJ radio setempat, Jeni McKenzie. Nama-nama yang menjadi penggemar Kim tidak main-main; dari Alicia Keys sampai bintang Hollywood Jamie Foxx (yang secara pribadi meminta Kim menyanyi dalam pertunjukannya di Toronto). Tak ketinggalan, para pekerja Tim Hortons yang terpana, karena Kim kerap berkunjung ke restoran itu untuk sekadar menyesap kopi hangat.

Kim tentu saja sosok yang mampu menembus persaingan super ketat di lahan musik reggae dan hip-hop. Tetapi selain itu, ada alasan yang lebih besar mengapa ia begitu dicintai – ia tidak pernah menunjukkan egonya sebagai musisi yang mampu eksis di industri. Kim pernah berkata, memang sebagian besar egonya telah lenyap ketika ia nyaris mati di tangan pacar yang ‘ringan tangan’, yang juga telah membunuh mantan suaminya. “Kematian mengubah cara saya memandang hidup,” jelasnya. “Tragedi mendorong saya menganalisis kembali hal-hal yang benar-benar penting untuk saya.”

Kim adalah orang tua tunggal untuk dua putra, Jazzmyn, 8, dan Kareem, 6. Ketika tidak sedang mengasuh anak, merekam lagu atau melakukan tur, ia tampil di ajang-ajang amal Toronto, menggalang dana untuk tempat-tempat penampungan wanita dan berbagai program anti-KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Selain itu, Kim juga turun tangan melakukan pendampingan para korban kekerasan rumah tangga, menguatkan mereka dengan kisah kepulihannya sendiri. “Kebanyakan wanita yang berada di penampungan sedang berada di titik terendah dalam hidup mereka,” ujar Kim. “Beberapa di antara mereka bahkan tidak mampu lagi mengingat kesukaan mereka di masa lalu. Saya pun pernah berada di posisi itu.”

Awal 2005, karier R&B Kim baru saja dimulai. Tidak ada yang terkejut mengetahui bahwa musik merupakan panggilan hidup Kim, mengingat latar belakang keluarganya. Lahir di Toronto dari orang tua berdarah Afrika Selatan, Kim selalu dikeliling musik sejak kecil. Sang nenek, Anita Simpson, adalah penyanyi jazz Afrika Selatan, sedangkan ayahnya adalah pemain gitar jazz di Cape Town, kota yang sempat ditinggali Kim ketika remaja. Tidak sekali-dua kali Kim naik panggung sebagai penyanyi dalam pertunjukan ayahnya.
 
Politik segregasi ras dan peristiwa kekerasan yang makin meningkat di Cape Town mendorong keluarga itu pindah kembali ke Toronto. Di sana, Kim mulai mengarang lagu dan menjadi penyanyi latar untuk sejumlah selebriti lokal. Ia juga menulis dan menyanyikan lagu untuk Carribean Vibrations, acara di TV kabel. Karyanya tidak butuh waktu lama untuk menarik perhatian para pekerja industri musik, yang lantas meminta Kim menulis lagu untuk bintang asal Barbados, Rihanna.

Namun tepat di kala karier Kim baru akan menanjak, prahara terjadi dalam kehidupan pribadinya. Ia dan Mohamed Hussein, kekasih yang telah dekat dengan ia sejak masa kanak-kanak dan yang ia nikahi di usia 19, memutuskan untuk bercerai. Di tengah perpisahan itu, Kim bertemu rapper Toronto, Clinton ‘Mikey’ Gordon, pria yang menurut Kim, “Lembut, baik hati dan membuat saya tertawa.” Setelah enam bulan, mereka mulai berkencan. Itulah awal dari segala masalah. “Mikey mulai mengontrol saya,” ujar Kim. “Ia harus tahu di mana saya berada, sepanjang waktu.” Sifat itu kemudian berkembang menjadi siksaan fisik.

Kim tidak tahu apakah ia harus bertahan atau kabur. “Pikiran saya kusut,” ujarnya. “Saya rapuh, masih terluka dan emosional karena perpisahan sebelumnya dengan Mohamed.” Ia pun mulai berbohong ketika para sahabat dan keluarganya menanyakan mata dan kulitnya yang lebam. “Mereka tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Tetapi kala itu saya lebih memilih Mikey dibandingkan orang-orang kepercayaan saya,” lanjutnya.

Hussein pun akhirnya mengetahui soal perlakuan yang didapat Davis. Satu siang pada 25 November 2005, ia bergegas ke rumah Kim, mengkhawatirkan keselamatan mantan istrinya. Ia melihat mobil Mikey di halaman dan menelepon Kim dari jalan. Ketika Kim tidak mengangkat, ia mendobrak pintu. “Benar-benar kacau,” kenang Kim, yang kedua anaknya sedang tidur di dalam. “Suhu sangat dingin. Saya hanya memakai piama. Mikey dan Mohamed mulai berkelahi di jalan.”

Kim melompat ke antara kedua pria itu, mencoba melerai pertengkaran – namun Mikey memegang pisau. Satu-satunya hal yang diingat Kim, sebelum  terbangun di ranjang rumah sakit dikelilingi enam polisi adalah ia dan Hussein yang saling menopang satu sama lain, merangkak bersama menuju teras yang lantainya telah licin oleh darah.

Ditikam berulang-ulang, Hussein meninggal di ambulans. Kim sendiri mendapat tiga luka tusuk, salah satunya di wajah. Pada 2008, Mikey dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
Setelah diopname seminggu untuk memulihkan luka-luka yang ia derita, musik menjadi satu-satunya hal yang menjaga kewarasan Kim. “Menulis lagu adalah saat ketika saya dapat menuangkan semua luka dan duka saya,” jelasnya. Ketika Kim mendapat kabar bahwa Rihanna menolak lagunya yang berjudul “Sometimes”, ia pun memutuskan untuk merekamnya sendiri.

“Ada dua jenis manusia di dunia ini: mereka yang dikalahkan oleh tragedi hidup, dan mereka yang mengalahkannya,” ujar produser merangkap mentor, Dre Knight. “Kim adalah jenis yang kedua.”

Album pertama Kim, yang dengan sangat tepat dijuduli Live, Love, Learn, diluncurkan pada 2008 dan diinspirasikan oleh perjalanannya menuju kesembuhan, setelah kematian Hussein dan siksaan Mikey. “Ia menceritakan realita,” adalah kalimat yang dipakai seorang DJ di Toronto untuk memuji talenta Kim dalam menulis lagu. “Anda dapat mendengar luka-lukanya.” Judul-judul lagunya sendiri menggambarkan hal itu dengan tepat: “Ashamed”, “Empty”, “Sometimes” dan tentu lagu “Show Me the Way” yang diganjar nominasi Juno.

Pada 2009, Kim berdiri di ruang rapat Dr. Roz’s Healing Place di Toronto, dengan bekas luka kecil tampak di pipinya. Ia sedang menuturkan kembali kisah kematian Hussein kepada 14 wanita yang duduk di hadapannya, semua baru lolos dari KDRT. Mata mereka terbelalak. Banyak yang mengangguk-angguk setuju, khususnya ketika Kim mengakui betapa besar rasa bersalah yang ia tanggung setelah Hussein meninggal.

“Saya punya banyak sekali kesempatan untuk menelepon polisi, atau kabur sambil berteriak-teriak, tetapi saya tidak melakukannya,” kenangnya. “Saya pikir, menghubungi polisi hanya akan membuat situasi makin parah. Tetapi kini, orang yang saya cintai meninggal dan anak-anak saya tidak akan pernah memiliki ayah mereka kembali.”
Album kedua Kim, Only One, dirilis tahun lalu. Dengan tato baru di kakinya yang bertuliskan “Blessed”, Kim kini telah mendapat pelajaran mengenai hidup yang bermakna, meski harus melalui jalan yang berat.

“Tangkaplah setiap kesempatan yang Anda miliki,” pesannya. “Syukurilah apa yang telah Anda miliki sebelum menghitung hal-hal yang belum Anda miliki. Anda hidup! Itu saja merupakan sesuatu yang patut dirayakan.”

“Kim mungkin merupakan sosok paling populer di industri musik Toronto,” ujar Atiba Roach, rapper setempat yang juga mengelola program pembinaan kaum muda di tempat Dr. Roz. “Tetapi saya menyaksikan sendiri, perubahan yang diperoleh para wanita di penampungan. Kim memberikan mereka harapan untuk pulih. Ia bukan hanya asal bicara,” ujarnya. “Kim adalah salah satu dari mereka juga.” (Susan McClelland)



inspirasi

Semakin kau mengetahui dirimu, dan apa yang kau inginkan, semakin jarang kau membiarkan sesuatu untuk mengecewakanmu.

Stephanie Perkins
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...