SOBAT INSPIRATIF
23 Mar 2014

Kakaktua Pembawa Perubahan

Guru, penyembuh spiritual dan pejuang hak perempuan.

Bilawara Lee menemukan panggilan jiwanya sebagai guru, penyembuh spiritual dan pejuang hak perempuan. Berbekal itu, ia membawa suku Larrakia merebut kembali martabatnya sebagai warga dunia.

Pada 2006 silam, Bilawara Lee, 63, pergi ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan satu perkumpulan yang beranggotakan para perempuan dari suku-suku asli di berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Grup itu bernama International Indigenous Grandmothers Council, yang fokus pada berbagai isu, seperti lingkungan, internasionalisme dan hak asasi manusia. Di kampung halamannya, Bilawara memang dikenal sebagai penyembuh, guru spiritual, pembicara, sekaligus pejuang yang bergerak melawan kebodohan, rasisme, serta permasalahan terkait gender.

Lahir sebagai anak perempuan tertua dari ibu dan nenek yang juga anak tertua bukanlah hal sembarang bagi bangsa Larrakia, satu sub-suku Aborigin di kawasan Darwin, Australia Utara. Aborigin adalah masyarakat dengan struktur sosial matriarki. Itu artinya, Bilawara adalah ‘bos masa depan’. Dan itu telah diramalkan sebelum ia dilahirkan. Tetapi hidup tak semudah itu.

Sang ibu, kala mengandung, diberi tahu bahwa anak dalam kandungannya adalah perempuan yang kelak akan bepergian dan berbicara soal perubahan. Bilawara Lee sendiri dalam bahasa Aborigin berarti kakaktua hitam. Dalam kepercayaan lokal, burung itu perlambang roh leluhur yang menyimpan energi perubahan.

“Dengan menyandang nama dan semangat itu, saya memiliki peran untuk selalu bepergian dan membawa perubahan, mengubah cara manusia menjalani hidup dalam masa-masa yang sulit,” tutur Bilawara. 

Bagaimanapun, masa kecil Bilawara sebagai anak Aborigin tidaklah mudah. Ia tumbuh dalam komunitas kecil yang terisolasi. Ia bahkan tak diakui sebagai warga Australia hingga usia 17. Anak-anak Aborigin pada zamannya tidak diperlakukan dengan baik. Pihak otoritas memaksa mereka masuk sekolah-sekolah Katolik karena budaya Aboigin dianggap budaya penyembah setan. Dan untuk ‘menyelamatkan’ anak-anak Aborigin, mereka dikirim ke sekolah-sekolah religius. Bilawara masih ingat bagaimana mereka mencoba menjadikan anak-anak perempuan Aborigin sebagai biarawati.

Di sekolah, ia akan dipukul jika bicara dalam bahasa ibu – penyebab mengapa Bilawara Lee tidak lancar berbahasa Aborigin. “Mereka sangat, sangat kejam,” kenangnya.
Ia berada dalam kelas campuran bersama anak-anak non-Aborigin, tetapi ia dan anak Aborigin lain mesti duduk paling depan. Mereka seringkali mendapat tamparan jika ragu menjawab pertanyaan, Padahal, bahasa Inggris bukan bahasa ibu mereka.

“Sebuah kehidupan yang menarik,” tuturnya ketika mengingat masa lalu sebagai perempuan Aborigin. Orang Aborigin juga seringkali ditekan oleh orang kulit putih, karena mereka mengira perempuan Aborigin mudah dan bersedia melakukan apapun yang mereka minta.  


Tetapi Bilawara Lee adalah pemimpin alami. “Bahkan sejak masa kanak-kanak hingga remaja dan dewasa, saya selalu menjadi ‘bos’ mereka,” tuturnya.

Bilawara mengorganisir saudara-saudara lelaki dan perempuannya. Ia memastikan mereka membersihkan rumah, memasak dan patuh. Ia mendisiplinkan ketika mereka benar-benar nakal dan tidak menghormati para orang tua. Dalam ingatannya, ia selalu seperti itu, sejak kecil.

Para tetua meluangkan banyak waktu dengan Bilawara, mengajarnya. “Mungkin karena itu bagian dari takdir saya, DNA saya. Saya merasa nyaman bersama orang yang lebih tua, belajar darinya. Saya juga bermain, tentunya, tetapi saya selalu serius dalam permainan saya,” tuturnya.

Beranjak dewasa, ia semakin menonjol di berbagai bidang. Menjadi penyembuh spiritual, menurut Bilawara, bukan sepenuhnya pilihan. Itu telah diramalkan, namun itu memang telah menarik perhatiannya sejak lama. Ketika melakukannya, ia merasa melakukan hal yang benar dan bahagia. 

Bilawara juga turun ke jalan, bicara dengan banyak orang soal perempuan, juga mengenai rasisme. “Saya hanya memperluas persahabatan karena rasisme dan fanatisme berasal dari ketakutan. Orang tidak tahu, maka mereka takut,” tuturnya.
Ia juga kerap pergi ke masjid untuk bicara dengan para perempuan Muslim, dan mendorong mereka untuk tak lagi terkungkung oleh budaya dan agama. Di lain sisi, Bilawara bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan bergabung di berbagai komite untuk mempromosikan perempuan dan membantu perempuan muda. 

Dengan latar belakang budaya matriarki, isu perempuan memiliki tempat khusus di hatinya. “Perempuan lahir sebagai makhluk spiritual, sementara lelaki mesti mencapai tingkatan itu,” jelasnya. Dalam berbagai kebudayaan dunia, perempuan dikenal dengan keunikan dan kekuatannya. “Kami dihormati, tetapi masyarakat modern telah melupakan itu. Dan karena itu, kini kita mesti bertindak. Satu hal yang menarik adalah saya melihat bahwa generasi muda yang justru lebih memahami soal ini,” tuturnya.

Lebih dari 60 tahun Bilawara berjuang meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerahnya. Dan pada 2009, ia pun menerima Tribute to Northern Territory Women, penghargaan yang diberikan atas keterlibatan dan kontribusinya bagi masyarakat Aborigin di Australia Utara.

Pada Juni 2013 lalu, ia mendapat satu kehormatan yang langka. Dalai Lama yang berkunjung ke Australia, memilih datang ke Darwin ketimbang Sydney atau Melbourne. Bilawara diberi tanggung jawab dari pemerintah untuk menyambut Dalai Lama dengan upacara tradisional Aborigin. Saat pertemuan, ia memberikan tongkat pesan khas Larrakia kepada Dalai Lama dan berkata, “Kami ingin Anda terus menyebarkan kasih dan kesembuhan kepada dunia.” Dalai Lama membalas dengan memberkati Bilawara, serta memberikan Khata (syal pemberkatan khas Tibet). Tak semua orang yang bertemu Dalai Lama mendapatkan syal tersebut.

Bilawara Lee, sang kakatua hitam, telah diramalkan menjadi agen perubahan. Dan kini ia telah melakukannya. Ia membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakatnya, dan membawa masyarakat Larrakia ke mata dunia untuk diakui. Kini ada sekitar 2.000 orang Larrakia di Darwin utara. Mereka berpendidikan dan membaur dengan masyarakat lain.
Memandang ke masa depan, Bilawara mengatakan, “Saya akan terus bekerja agar orang-orang mau menjalani kehidupan spiritual mereka, terlepas dari apapun agama mereka. Untuk kehidupan yang lebih baik dan harmonis dengan Ibu Bumi.” (Bayu Maitra)



inspirasi

Sekali Anda memilih untuk berharap, apapun akan menjadi mungkin.

Christopher Reeve
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...