SOBAT INSPIRATIF
13 Mar 2015

(Bukan) Manusia Biasa

Kelumpuhan Sri menjadi kisah inspiratif dan semangat bagi perjuangan hak penyandang disabilitas.

Kejadian maut beberapa tahun silam membuat sebagian tubuhnya mati fungsi. Namun ketidakmampuan fisik Sri malah menjadi kisah inspiratif bagi siapun yang memperjuangkan hak penyandang disabilitas. Dan ia membuktikan bahwa dirinya memang bukan manusia biasa.
 
Sri Lestari tahu betul rasanya menjadi orang yang harus selalu bergantung kepada bantuan orang lain untuk bergerak, terutama untuk beraktivitas di luar rumah dan pergi ke berbagai tempat. Sejak 1997, wanita berhijab yang saat ini berusia 41 itu terpaksa hanya bisa beraktivitas di dalam rumah, karena sebagian tubuhnya, mulai dari pinggang ke bawah, mengalami kelumpuhan. Apalagi, banyak fasilitas publik yang masih belum ramah bagi orang-orang dengan disabilitas, terutama paraplegia, seperti dirinya. 
 
“Bagaimana pun caranya, saya selalu punya mimpi untuk bisa jalan. Waktu itu saya ingin merdeka. Intinya, sebagai difabel saya harus bisa mandiri,” ungkap Sri, yang dalam kurun waktu sekitar empat tahun harus digotong oleh keluarganya agar bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pun ada masa ketika kedua kakinya musti diikat tali saat diboncengkan saudaranya dengan motor, untuk menghindari terkena knalpot.
 
Hidupnya baru berubah pada 2007, saat ia menerima kursi roda dari UCP Roda untuk Kemanusiaan (United Cerebral Palsy - Wheels for Humanity ; www.ucpwheels.org), organisasi internasional yang mengadvokasi hak penyandang disabilitas di negara-negara berkembang. Dan setelah mampu melakukan aktivitas, Sri pun tergugah untuk menjadi relawan kemanusiaan, membantu sekolah anak tunanetra dan para korban gempa yang menjadi penyandang disabilitas.
 
Sri bahkan memodifikasi sepeda motornya – walaupun awalnya sempat ditentang oleh sang ayah – agar bisa berdikari dan pergi ke mana pun yang ia inginkan. Sepeda motor biasa diubah Sri menjadi beroda tiga, lantas dibangun sebidang area kemudi sehingga bisa dimuati satu unit kursi roda. Sri pun bergabung menjadi anggota tim pelayanan di UCP Roda untuk Kemanusiaan, sebagai staf pendataan yang juga kerap turun ke lapangan. Perjalanan panjang Jakarta-Bali ia lakoni dengan motor modifikasi pada 2013. Lantas pada Oktober 2014, ia melakukan perjalanan lintas Sumatra, dari Sabang ke Jakarta, juga dengan motor modifikasi. 
 
Harapannya, perjalanan-perjalanan itu bisa mengilhami penyandang disabilitas lain yang selama ini masih enggan keluar rumah, belum bisa mandiri dan kesulitan mengakses transportasi umum. Ia pun mengunjungi para penyandang disabilitas dan berbagi motivasi dengan mereka, serta melakukan riset terhadap kelayakan fasilitas publik bagi para penyandang disabilitas di kota-kota besar.
 
Sri berasal dari Dusun Krogonalan di Kecamatan Manisrenggo, Klaten. Ayahnya, Muji Raharjo, 65, merupakan petani, yang juga menggiati pekerjaan sebagai buruh di waktu luang. Sama halnya dengan Muji, Suminem, istrinya yang terpaut sekitar 10 tahun lebih muda, menjalani pula aktivitas bertani. “Walau berasal dari keluarga petani, tetapi saya dan tiga saudara saya berhasil lulus SMA,” Sri menjelaskan, “berkat kesadaran Bapak akan pentingnya pendidikan.”
 
Namun rencana Sri untuk meneruskan kuliah kandas akibat kelumpuhan yang ia alami, setelah kecelakaan tragis di suatu sore pada 1997. “Waktu itu saya berniat mengantarkan kawan saya pulang dengan menggunakan sepeda motor. Sebenarnya hanya sekitar 15 menit dari rumah,” kenangnya. Luka yang cukup parah di bagian punggung dan wajah pun harus ditanggung oleh Sri. Menurut cerita saksi, ia sempat terpental salto dan berakhir terjerembap di sungai. “Saya tak terlalu ingat, saya tak sadarkan diri waktu itu,” ujar Sri. 
 
Luka di punggungnya menyebabkan decubitus ulcer yang rawan terinfeksi oleh tindihan. Tiga ruas tulang punggung pun rusak, sehingga terpaksa dipasangi platina seumur hidup. Yang lebih fatal, saraf tulang belakang terputus, dan melumpuhkan Sri. Padahal, setelah lulus SMIP di Solo, Sri sengaja menyempatkan mengambil kursus ilmu perhotelan selama enam bulan. 
 
Bagaimana pun, babak baru kehidupan musti Sri jalani. Pernah ia merasa dikutuk Tuhan dengan kelumpuhannya. Di saat-saat terberat, Sri teringat sepenggal kata-kata bijak dari gurunya di sekolah dasar, “Semua yang terjadi di dalam hidupmu, (sebenarnya) sudah tertulis di buku besar.” Buku besar yang dimaksud adalah kitab Al Qur’an. “Karena itu, membuat saya berpikir bahwa semua ini pasti ada jalan keluarnya,” tutur Sri. 
 
Dengan motor modifikasi, pada 2008 akhir Sri mengunjungi sebuah kampung paraplegia di Solo, serta para korban gempa Yogyakarta, untuk mendata kondisi para penyandang difabel di sana. Kedatangan tim ahli fisioterapi seringkali ditolak oleh para korban gempa, tetapi tidak demikian halnya dengan Sri. Sebagai perempuan, rupanya Sri lebih dipercaya oleh penyandang difabel kaum pria. “Saya perempuan, bisa. Kenapa kamu tidak?” ucap Sri lembut. “Meski tidak berhasil 100%, setidaknya ini bisa sedikit memicu mereka.”
 
Sepulang dari perjalanan Jakarta-Bali tahun lalu, Sri diminta menemui Yayan Dwi Santoso di Kediri. Pemuda lulusan sekolah pelayaran yang telah lumpuh selama enam tahun itu memohon bantuan kepada Sri untuk meyakinkan orang tuanya agar ia bisa memiliki motor modifikasi sendiri. Sri mengiyakan undangan Yayan tersebut. 
 
Tiba di Kediri, Sri langsung disambut paman Yayan, yang ternyata menjabat sebagai lurah di tempat itu. Dengan cemas paman Yayan lantas bertanya kepada Sri, “Saya ragu, apakah semua ini aman?” 
Dengan pertanyaan itu, Sri justru merasa tertantang. Setelah menempuh perjalanan dengan sepeda motor selama sembilan jam dari Yogyakarta ke Kediri, ia meminta seluruh keluarga Yayan berkumpul. Kepada mereka, Sri berbagi cerita mengenai pengalaman hidup dan perjalanannya melintasi Jawa dan Bali dengan sepeda motor. 
 
Melalui kunjungan yang ia lakukan, Sri telah menebar benih-benih perubahan. Kenyataan Sri yang datang dengan sepeda motor, membuat rekan-rekan penyandang paraplegia penasaran dan semakin termotivasi. “Yang terpenting adalah mendapatkan kepercayaan dari pihak keluarga,” ungkapnya.
Dua hari setelah mengunjungi Yayan, di Klaten Sri menerima SMS mencengangkan. Melalui pesan itu Yayan menyampaikan bahwa ia sudah bisa keluar rumah sendiri. Bahkan beberapa hari kemudian, satu unit sepeda motor modifikasi pun sudah di tangan Yayan. Sri lega, apa yang ia lakukan berhasil memperbaiki kualitas hidup Yayan.
 
“Sayang, teman-teman penyandang difabel yang saya temui, kebanyakan dari mereka selalu berorientasi ingin sembuh, bukan ingin sehat,” ungkap Sri dengan segaris senyum. “Padahal sebenarnya, sekarang ini badan saya sedang sehat. Seperti Anda, (tubuh) Anda juga tidak sedang sakit, bukan?” (Sandi Eko)



inspirasi

Jenis humor yang kusukai adalah yang membuatku tertawa selama lima detik dan membuatku berpikir selama sepuluh menit.

William Davis
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...