NUTRISI
21 Aug 2015

Keburukan Asupan Hasil Rekayasa

Buah dan sayuran hasil rekayasa genetika lebih banyak dipilih ketimbang yang alami. Padahal, banyak kerugian yang didapat, jika Anda terlalu sering mengonsumsinya.

Sebagian besar orang menganggap, apel yang warna dagingnya tidak berubah cokelat setelah diiris adalah pertanda apel yang bagus. Atau, kentang yang kulitnya mulus tanpa ‘cacat’ berkualitas lebih baik daripada yang penuh memar.  

Sekarang ini produk rekayasa genetika (RG) memenuhi sebagian besar rak di supermarket atau swalayan. "Suka atau tidak, makanan RG hampir mustahil dihindari,” kata Sheldon Krimsky, PhD,  profesor bidang kesehatan publik dan pengobatan komunitas Tufts Medical School di Boston. “Kecuali, Anda hanya mengonsumsi makanan segar, bukan olahan, dan hanya membeli makanan yang mendapat label organik dari badan pengawas makanan terpercaya.”

Meski berbagai badan kontrol makanan menyetujui hasil RG dikonsumsi manusia, namun berbagai temuan ilmiah menyebutkan makanan hasil RG dapat merugikan kesehatan dengan berbagai cara, terutama jika dikonsumsi terus-menerus dalam waktu lama.

Dikutip dari Environmental Health Sciences-School of Public Health, University of Minnesota, inilah potensi kerugian yang bisa Anda dapat dari mengonsumsi buah dan sayuran hasil RG.

Mengurangi kandungan nutrisi
Secara teori, hasil tanaman yang dibiakkan secara alami mengandung lebih banyak nutrisi dibanding  tanaman yang dibiakkan dengan RG. Contohnya terjadi pada fitat yang merupakan senyawa yang umum ada di dalam biji-bijian. Di dalam tanaman, fitat terikat dengan mineral dan keberadaan keduanya saling pengaruh-memengaruhi. Gen yang disisipkan ke dalam tanaman saat proses RG  dapat menyebabkan kadar fitat naik. Sebagai reaksinya, kandungan mineral jadi turun.

Contoh lain terjadi pada kedelai RG yang menghasilkan senyawa fitoestrogen lebih rendah daripada kedelai hasil tanam tradisional.  Padahal, fitoestrogen dapat melindungi Anda terhadap penyakit jantung dan kanker.

Meningkatkan konsumsi racun
Kebanyakan tanaman menghasilkan zat yang beracun bagi manusia namun dalam jumlah yang sangat kecil, sehingga tidak menghasilkan efek kesehatan yang merugikan. Pada RG, ada kekhawatiran bahwa memasukkan gen eksotis ke dalam tanaman dapat menyebabkan peningkatan  produksi racun yang berbahaya bagi manusia. Hal ini bisa terjadi saat proses memasukkan gen ke dalam tanaman. Jika gen lain pada tanaman menjadi rusak selama proses tersebut,  tanaman akan mengubah produksi racunnya menjadi lebih banyak.

Atau, gen baru bisa mengganggu jalur metabolik yang menyebabkan tanaman stres sehingga menghasilkan lebih banyak racun sebagai responsnya. Meskipun efek ini belum diamati pada tanaman RG, proses modifikasi atau rekayasa telah diamati melalui metode pemuliaan konvensional. Misalnya pada kentang yang dibiakkan resisten terhadap penyakit   telah menghasilkan lebih banyak senyawa bersifat racun bernama glycoalkaloid.

Resisten terhadap antibiotik
Dalam beberapa tahun terakhir ini, para profesional bidang kesehatan telah mengkhawatirkan meningkatnya jumlah strain bakteri yang menunjukkan resistensi terhadap antibiotik. Diduga, hal ini terjadi salah satunya karena RG. Para ahli bioteknologi menggunakan gen yang resisten terhadap antibiotik untuk dimasukkan ke dalam tanaman. Pada tahap awal, ilmuwan  tidak tahu bahwa tanaman sasaran akan menggabungkan gen baru yang resisten itu ke dalam genomnya.

Dengan melampirkan gen yang diinginkan ke gen resisten, tanaman RG diuji di dalam larutan antibiotik yang sesuai. Jika tanaman bertahan, artinya  gen resisten antibiotik telah sukses bergabung dengan gen tanaman sasaran. Ada kekhawatiran bahwa bakteri yang hidup di usus manusia dan hewan mengambil gen resistens antibiotik dari tanaman RG yang dikonsumsinya. Walhasil, manusia dan hewan ikut resisten terhadap antibiotik.

Lalu, bagaimana cara menghindari produk RG demi kesehatan? Mudah saja! Beli makanan berlabel organik. Atau, kalau mau yang lebih murah dan bersih, dukung petani, peternak dan nelayan tradisional dengan membeli produknya yang banyak terdapat di pasar tradisional. (dr. Rahajeng A.P/Meet Doctor)



 



inspirasi

Kemajuan adalah mustahil tanpa perubahan, dan siapapun yang tidak dapat mengubah pemikirannya, ia tidak dapat mengubah apapun.

George Bernard Shaw
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...