Review Anda

Jakarta dan Gelombang Nostalgia

19 Nov 2014

Bukan tata panggung super megah, bukan pula gaun rancangan Hengki Kawilarang yang membuat Ermy Kulit begitu memukau sebagai pembuka konser. Hipnosis itu datang dari lantunan vokalnya yang teduh namun menghujam lewat tembang “Mack the Knife”. Pada 14 November silam, di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Mahana Live membawa Jakarta larut dalam nostalgia lewat gelaran Jakarta Dekade, satu konser yang menggabungkan enam musisi lawas papan atas Indonesia. Mereka terdiri dari Ermy Kulit, 2D (Dian Pramana dan Deddy Dhukun), Fariz RM, Daniel Sahuleka, Koes Plus, dan Sheila Majid. Dan sekitar pukul 20.00, Ermy Kulit membuka gerbang nostalgia itu. “Mack the Knife” adalah tembang yang pantas sebagai pembuka. Dengan irama jazz yang kental, ditambah vokal Ermy yang masih prima, penonton diajak tenggelam dalam dunia musik era 70-an. Penonton bersorak menyambut kemunculannya, dan mulai bernyanyi bersama. Ermy membawakan lagu-lagu andalannya, seperti “Tergoda”, “Sesal”, “Kau yang Kusayang, dan “Kasih” yang disambut meriah penonton, dan mengakhiri 40 menit penampilannya. “Saya mendapat kabar menyedihkan,” tutur Dian Pramana dari dua 2D, ketika naik panggung. Ia ingin mengatakan bahwa Deddy Dhukun, tandemnya, tidak bisa hadir karena sakit. Tapi sandiwara itu hanya bertahan sesaat. “Bohong! Tadi ada, kok, Om Deddy,” Seru salah seorang penonton. Mendengarnya, Dian tertawa, dan lantas mengajak penonton meneriakkan nama Deddy Dhukun untuk menyeretnya ke atas panggung. Beberapa saat kemudian, yang dipanggil tiba, dan lengkaplah duo 2D di atas panggung. 2D adalah sosok entertainer sejati. Interaksi mereka dengan penonton, yang seringkali dibumbui humor, benar-benar menghibur. Mereka tahu bagaimana saling mengisi, saling menimpali satu sama lain, bahkan termasuk soal urusan pose. Koneksi yang kuat di antara mereka jelas tidak terbangun dalam sehari-dua hari. Tetapi kemampuan mereka bukan cuma itu. 2D punya kekuatan dalam penulisan lagu. Tak heran jika malam itu di setiap lagu 2D, seperti “Biru”, “Bohong”, dan “Keraguan”, hampir selalu terdengar penonton yang menyanyi bersama. Tetapi puncak penampilan 2D terjadi ketika mereka melantunkan “Masih Ada”. Lagu yang popularitasnya tersebar luas, mulai dari tempat-tempat karaoke hingga ke negeri Sakura, inilah yang benar-benar membuat riuh dan juga syahdu suasana. Entah berapa banyak penonton malam itu yang pernah tersentuh jiwanya oleh lirik-lirik gubahan 2D. Di penghujung penampilan, 2D menyanyikan satu bait lagu. “Senada cinta bersemi di antara kita… Menyandang anggunnya peranan jiwa asmara… Terlanjur untuk terhenti di jalan yang telah tertempuh semenjak dini… sehidup semati…” Dan kemudian Fariz RM pun muncul di panggung, memeluk Deddy Dhukun dan Dian Pramana, lantas mengambil alih. Aura dan kharisma Fariz RM bak tak lekang oleh waktu. Di usianya yang 55, ia menguasai panggung dengan energi yang luar biasa. Berjingkrakan dan terkadang berteriak. “Main apa, nih?” Tanyanya. Dan penontonpun membalas, “Sakura!” “Yah, jangan Sakura dulu, dong.” Tuturnya. Tak seberapa lama, drum mulai menghentak, diselingi kocokan gitar beraroma funk. Ia membawakan “Susi Belel”, satu lagu dengan tempo yang cukup cepat. Malam itu, Fariz adalah keajaiban. “Lumayan, lah, ya, untuk orang umur 55?” Tanyanya pada penonton yang disambut sorakan. “Ini sebenarnya persoalan napas saja, sih,” lanjutnya, “Kalau sekarang napas mesti diirit-irit untuk kepentingan yang lain.” Candaan Fariz disambut tawa penonton. Setelah itu, lagu demi lagu lain meluncur, seperti “Nada Kasih”, “Kurnia”, “Sungguh”, dan tentu saja, “Sakura”. Sebelum turun panggung, Fariz RM memainkan “Barcelona” sebagai pemuncak. Yon Koeswoyo, vokalis band Koes Plus, malam itu merasa kurang bugar lantaran influenza. “Tetapi demi Anda, saya akan tetap bernyanyi,” Tuturnya. Penampilan Koes Plus malam itu disambut tak kalah meriah oleh penonton. Lagu-lagunya - sebagian besar merupakan balada tentang orang biasa dan memiliki lirik dan harmoni yang mudah diingat, adalah keuntungan tersendiri bagi Yon. Vokal yang kurang prima tertutup oleh riuh rendah penonton yang bersenandung dan band pengiring yang tampil dengan baik. “Why Do You Love Me” sebagai tembang pembuka segera dilanjutkan dengan hits lain, seperti “Kisah Sedih di Hari Minggu”, “Pelangi”, “Buat Apa Susah”, juga “Bis Sekolah”. Tepuk tangan penonton membahana di penjuru ruangan ketika Koes Plus mengakhiri penampilan dengan tembang “Kapan-Kapan”. Tensi pertunjukan menurun usai penampilan Koes Plus. Daniel Sahuleka memang menyuguhkan musik yang meneduhkan. Keahliannya memetik gitar tak perlu diragukan lagi, dan dipadu dengan suaranya yang lirih, penampilannya terasa menenangkan. Daniel membawakan lagu-lagu yang membesarkannya di era 80-an, seperti “Hey It’s Good to See You Again”, “Rain” dan “Will You Still Be There in the Morning”. Ia menutup penampilannya dengan “Don’t Sleep Away the Night” dan “You Make My World So Colorful”. Gaung dari nama Sheila Majid, penyanyi asal Malaysia, memang kuat di Indonesia. Karenanya, bukanlah hal yang mengherankan jika Jakarta Dekade memilih menempatkannya di penghujung acara. Dan, seolah tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan, Sheila tampil maksimal, memukau sejak awal menyanyikan hits “Dia”. Lagu “Legenda” ia persembahkan bagi legenda musik Indonesia yang malam itu berbagi panggung dengannya. Dan di sela-sela lagu, ia kerap memuji para penonton yang telah hadir malam itu. Gejolak nostalgia begitu terasa ketika ia menyanyikan “Antara Anyer dan Jakarta”, tembang yang hingga kini kerap mengisi acara-acara liburan. Jakarta Dekade pun berakhir ketika di penghujung penampilan Sheila menyanyikan salah satu lagu terbaiknya, “Sinaran”.

 

 

Review Untuk : Musik

Rating :

 

*Review merupakan kiriman member.

Pengirim :Maitra



inspirasi

Dengan segala cara, sempatkan waktu untuk menyendiri.

Edward Young
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...