BLOG
13 May 2015

Keindahan Makan dengan Tergesa

Kami pun harus belajar menikmati makanan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Meski berbeda sifat dan karakter, saya dan suami sama-sama sepakat bahwa setiap suap makanan harus dinikmati, tanpa tergesa-gesa.

Karena itu, kami sebisa mungkin menghindari tempat makan yang ramai pengunjung, yang membuat kami jadi merasa diburu-buru untuk segera menghabiskan sajian yang terhidang di hadapan kami, karena meja harus segera dibersihkan untuk menerima tamu selanjutnya.

Bahkan saya tidak keberatan makan sendirian, biar bisa sungguh-sungguh merasai kelezatan suatu hidangan. Hal itu jadi semacam me time untuk membahagiakan diri saya sendiri.

Namun sejak memiliki anak, menikmati makanan dan minuman tanpa terburu-buru, bahkan saat di rumah sekalipun, menjadi kemewahan yang sulit didapat. Apalagi, seiring dengan pertambahan usia anak kami itu, yang membuat ia semakin aktif bergerak.

Sewaktu ia masih lebih banyak tidur, dengan mudah kami menempatkan ia di kereta bayi selama kami menikmati hidangan. Tetapi setelah ia mulai bisa merangkak ke mana-mana dan sangat tertarik mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, ia tidak lagi betah terikat sabuk pengaman kereta bayinya (stroller) atau duduk di kursi makan bayi (high chair), yang juga lumrah disediakan restauran.

Hanya bertahan beberapa menit di stroller atau high chair, ia mulai rewel minta “dibebaskan”. Mainannya ia campakkan ke lantai. Namun begitu ia digendong dan duduk di pangkuan saya atau suami, senyum lebar pun terbit di wajahnya, dan celoteh riang keluar dari mulutnya.

Mau tak mau, kami bergantian makan. Siapa yang lebih dahulu makan, itu tergantung dari tingkat kelaparan kami. Yang pasti, kami harus menyuap makanan ke mulut secepat mungkin. Tak peduli seenak apapun hidangan yang tersaji, tak ada waktu untuk meresapi rasanya. Yang terpenting, perut terisi, lantas ganti menggendong anak kami. Paling repot tentu saja, kalau makanan itu masih panas. Mulut tak hanya sibuk mengunyah, tetapi juga meniup makanan biar cepat adem. Atau, risikonya, lidah terbakar.

Mungkin begitulah salah satu “risiko” yang harus diambil saat kami memutuskan mengurus anak tanpa bantuan pengasuh. Sampai anak kami cukup besar untuk duduk sendiri dengan tenang dan makan tanpa bantuan orang lain, kami pun harus belajar menikmati makanan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dan serindu apapun saya untuk makan sendiri, ternyata masih lebih nikmat makan bersama suami dan anak saya, lengkap dengan ketergesa-gesaannya.

(Imelda Suryaningsih, redaktur pelaksana Reader’s Digest Indonesia. Selalu tidak pernah risau mengenai apapun juga dan hanya memikirkan yang sekarang saja, tetapi hal itu berubah 180 derajat sejak mempunyai anak)



inspirasi

Saat aku berbuat baik, aku merasa baik. Saat aku bebruat buruk, aku merasa buruk. Itulah agamaku.

Abraham Lincoln
Telah Terbit
September 2015




Review

The Warrior Daughter

10 Sep 2015

Judul :The Warrior Daughter Penulis : Happy Salma Penerbit : Titimangsa Foundation Tahun Terbit : Cetakan I, 2015 Jumlah Halaman : 256 halaman The Warrior Daughter mengisahkan biografi Desak Nyoman Suarti, Kartini masa kini yang mempertahankan desain kerajinan perak khas nusantara dari kl...


Daylight

10 May 2015

Iris Boelens, pengacara, mengalami kasus pelik yang melibatkan kliennya, seorang produser film dewasa. Belum selesai kasus tersebut, ia juga harus menemukan kenyataan bahwa ia ternyata memiliki seorang kakak kandung, Ray, yang sedang menjalani masa tahanan. Kunjungan Iris kepada Ray di penjara m...


Album Perdana Milik Frau Akan Dirilis Ulang

4 Feb 2015

Perilis album piringan hitam yang bermarkas di Yogyakarta, menyampaikan kabar gembira: album perdana Frau akan dirilis dalam format piringan hitam! Anda masih ingat dengan Starlit Carousel? Ya, merupakan judul mini-album yang berisikan materi lagu-lagu apik milik Frau, yang pernah dirilis secara ...


Sate Jepang Nan Lezat Menawan

3 Sep 2015

Kalau Anda mengira bahwa kuliner Jepang hanya melulu sushi, yakiniku, teriyaki dan chicken katsu, maka Anda salah besar. Karena selain mereka ada pula hidangan bernama yakitori. Salah satu restoran yang mengkhususkan diri pada hidangan jenis ini adalah restoran Robaa Yakitori, yang pertama kali buka...


service solahart

12 Nov 2013

Service Solahart Water Heater Hub : (021 )71231659 – 082113812149 / 085920773653 CV.Fikri Mandiri Jaya Alamat: Jalan Raya Pasar Minggu No.09 Pancoran Jakarta Selatan Email:mandirijaya.fikri@yahoo.com www.fikrimandirijaya.webs.com Kami adalah penyedia jasa service / perbaikan pemanas air,...